Subak, merupakan sistem irigasi yang berbasis petani
(farmer-based irrigation system) dan lembaga yang mandiri (self governmet
irrigation institution). Keberadaan subak yang sudah hampir satu millenium
sampai sekarang ini mengisyaratkan bahwa subak memang adalah sebuah lembaga irigasi
tardisional yang tangguh dan lestari (sustainable) walaupun harus diakui bahwa
eksistansinya kini mulai terancam. Ancaman terhadap kelestarian subak
adalah bersumber dari adanya
perubahan-perubahan dalam berbagai segi kehidupan masyarakat Bali yang
mengiringi derasnya arus globalisasi terutama pembangunan pariwisata Bali.
Bebagai upaya perlu dilakukan untuk memperkuat dan melestarikan eksistensi
subak sebagai warisan budaya yang sangat unik dan dikagumi oleh banyak
pemerhati irigasi di mancanegara.Sebab,
jika subak yang dipandang sebagai salah satu pilar penopang kebudayaan
Bali sampai sirna maka dikhawatirkan stabilitas sosial akan terganggu dan
kelestarian kebudayaan Bali bisa terancam.